Ehem jadi, setelah bertahun-tahun tidak mengikuti perkembangan teknologi, dan setelah menimbang beberapa permasalahan sebagai berikut:
- banyak yang harus dibaca
- tempat nge-print jauh
- beli buku di luar negeri adalah rugi karena repot bawa pulangnya
- kalau bawa buku di perjalanan, cepet banget tamatnya
akhirnya saya memutuskan sudah saatnya membeli gadget yang agak canggih, yaitu… Kindle e-Reader with Wi-Fi, 6” display. Beberapa hari yang lalu barangnya sampai, dan beginilah penampakannya:
Langsung saja beberapa komentar:
- E-paper dan e-ink rupanya meyakinkan sekali, hampir terasa baca buku beneran. Kalau bacanya pake lampu, masih ada pantulannya sedikit sih, tapi ga mengganggu. Mata ga cepet cape seperti kalau baca lewat layar LCD.
- Kindle yang ini tidak dilengkapi audio, jadinya ga bisa setel audio book atau text-to-speech, dll. Tapi ga masalah, karena memang tujuan saya cuma membaca.
- Juga tidak dilengkapi keyboard. Ada keyboard virtual-nya sih. Ngarahinnya mungkin agak susah karena harus geser2 tombol. Tapi lagi-lagi ga masalah karena tujuan saya cuma membaca, bukannya ngetik-ngetik apa gitu.
- Koneksinya hanya Wi-Fi. Sejauh ini belum sempet dicoba karena di rumah ga ada wi-fi.
- Ukurannya cukup pas di tangan dan di mata.
- Harga $109… sayangnya tidak semurah yang dimungkinkan, huhu. Jadi, model yang sama dijual dengan harga $79, dilengkapi iklan. Sebenarnya saya sama sekali ga keberatan dengan iklan, tapi barangnya ga bisa di-ship ke Hollanda sini. Ya sudah terpaksa pilih yang mahalan.
- Kapasitasnya sih katanya bisa mencapai 1400 buku. Cukup banget lah ya.
All in all, lumayanlah, worth every penny. Sekarang ga perlu repot-repot bawa buku tebel di tas. Kalau baca paper juga lebih konsen karena distraction-nya lebih sedikit dibanding kalau baca di laptop, hehe. Kindle ini benar-benar sesuai perannya sebagai e-reader: cocoknya buat orang-orang yang tujuannya cuma baca doang. Kalau mau sambil nyetel musik, nonton film, browsing2 mah ga bisa, mending di komputer aja, huhu.
Ga enaknya… Kalo abis baca buku, berasa kaya antiklimaks ah. Biasanya ada sedikit perasaan mellow saat menutup halaman terakhir; sekarang cuma sekedar geser-geser doang, rasanya biasa aja. Selain itu, bukunya juga ga bisa dipajang kaya buku beneran, huhu.
Kesimpulannya, e-reader memang tidak akan bisa menggantikan buku beneran. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya sendiri kok. Jalan terbaik adalah beli Kindle dan buku benaran juga, hehe.
The most important thing is that people read.
- Neil Gaiman