Malem-malem begini enaknya ngomongin kuliah. Perubahan status dari mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (UI) dan Faculty of Information and Communication Technology (UoM) menjadi mahasiswa Faculty of Arts (RuG) cukup bikin saya ngerasa kehilangan jati diri, buhu. Mari diawali dengan…
Kuliah Syntactic and Semantic Theory
Deskripsi: 10 ECTS. Terdiri atas 2 bagian, yaitu, seperti yang sudah bisa ditebak, Syntax dan Semantics. Masing-masing bagian punya dosen, buku, tugas, dan ujiannya sendiri. Jadi agak heran sebenernya, kenapa harus dijadiin satu mata kuliah kalo gitu?
Pengen ngedrop karena: booooriiing. Tapi susah. Sial.
Belum di-drop karena: ga yakin masih bisa ngedrop, haha. Lagipula ga tau mau ganti dengan kuliah apa. Di Faculty of Arts kayanya ga ada yang menarik (sombong). Nengok-nengok ke fakultas sebelah, ada kuliah Automated Reasoning yang kayanya lumayan menarik. Tapi mulainya baru bulan November, yang berarti kelarnya juga belakangan. Reasoning saya mengatakan liburan saya bakal ketunda.
Intinya, ya sudah, sampai saat ini masih bertahan. Selain kuliah tadi, saya ngambil dua kuliah lain yang juga berjatahkan 10 ECTS: Natural Language Processing dan Semantic Web Technology. Dari ketiga kuliah tersebut, kuliah favorit saya adalah… jeng jeng jeng… ga ada. Mungkin yang agak saya suka adalah…
Dutch Language and Culture
Deskripsi: 0 ECTS (yap benar, kuliah gratisan ini). Sesuai namanya, belajar bahasa dan budaya Belanda. Dengan kata lain, senang-senang doang di kelas: makan stroopwaffels dan vla, main Bingo, dikasih kartu bonus Albert Heijn (supermarket paling ngetop di sini). Dulu sih dijanjiinnya, by the end of this course bakalan udah lancar ngomong Dutch. Tapi berhubung sampe saat ini saya cuma bisa ngomong Ik ben Annisa, yaa lihat saja nanti.
Cukup sudah tentang kuliah. Mari bicara tentang….
Perpustakaan
Perpustakaan RuG adalah salah satu hal terbaik di kota ini. Ruangannya nyaman, librariannya baik-baik, fasilitasnya canggih, dan koleksi bukunya… kelengkapannya bikin saya terharu. Di pikiran saya, this is how a library should be (tadinya pengen nyindir, tapi ga jadi deh, hehe).
Semoga akses ke perpustakaan bisa meningkatkan minat baca saya yang sedang turun drastis. Keasikan nonton sih. Belakangan ini nyoba baca buku tapi ga ada yang tamat. Mulai dari Winnie the Pooh (minjem dari landlady), Semantics of Murder (rekomendasi dosen Semantics), sampe The True History of Kelly Gang. Semua paling cuma sampe halaman 60-70. Sore ini baru minjem Fermat’s Enigma dari perpus, semoga menarik, amin.
Cabut ah. Besok ada kuliah Syntax, beh.