Sudah lama ga review buku. Berhubung lagi agak males, review borongan aja deh.
1. Jeanne Birdsall – The Penderwicks on Gardam Street. Di buku kedua ini, Bibi Claire mengejutkan keluarga Penderwick dengan membawa surat yang ditulis Mrs Penderwick sebelum meninggal dulu. Di surat ini, Mrs Penderwick meminta suaminya untuk mulai berkencan lagi, ide yang ditolak mentah-mentah oleh Mr Penderwick dan anak-anaknya. Buku ini lumayan bagus, meskipun menurut saya ga seasik buku pertama. 4/5.
2. Jeanne Birdsall – The Penderwicks at Point Mouette. Kali ini kakak-beradik Penderwick berpisah; Rosalind berlibur di New Jersey, sedangkan adik-adiknya berlibur di Point Mouette. Skye jadi resah karena dia sekarang memikul tanggung jawab sebagai Oldest Available Penderwick. Tadinya saya kira bakal kehilangan Rosalind di buku ini, tapi nyatanya meski kemunculan Rosalind tidak terlalu sering, buku ini sangat sangat sangat oke. 5/5.
3. Stephen King – The Body. Ini adalah buku yang diangkat jadi film Stand By Me. Ceritanya tentang pertemanan dan petualangan empat orang anak laki-laki dalam… pencarian mayat ^^. Sangat bagus, sangat menyenangkan untuk dibaca. Love the book, love the movie. 4/5.
We nodded and said Hi. That was all. It happens. Friends come in and out of your life like waiters in a restaurant. But when I think of that dream, the swollen dead bodies under the water pulling at my legs, it seems right that friends should come and go. Some people drown. It’s not fair, but it happens. Some people drown.
4. Trenton Lee Stewart – The Mysterious Benedict Society and The Prisoner’s Dilemma. Er, sudah sampai buku ketiga aja. Menurut saya, seri The Mysterious Benedict Society ini bagusnya di awal-awal buku pertama doang. Selebihnya membosankan. Saya bahkan ga terlalu ingat seperti apa cerita di buku ketiga ini, bacanya asal tamat doang, hehe. Intinya sama sih seperti dua buku sebelumnya: memecahkan teka-teki, dikejar, kabur, zzz…. 2/5.
5. Ned Vizzini – It’s Kind of A Funny Story. Ini kisah tentang anak SMA yang depresi, ingin bunuh diri tapi tidak jadi. Buku ini… mantap! Kocak, sarat makna, dan tidak membosankan seperti YA pada umumnya. Saya pernah menulis quote dari buku ini di sini. Filmnya juga bagus. 4/5.
6. Simone Elkeles – Perfect Chemistry. Beh. Oke, jadi satu-satunya alasan saya sudi membaca buku ini adalah karena direkomendasikan seorang teman di Goodreads. Nah, rekomendasi dari teman ini biasanya bagus-bagus. Agak heran waktu melihat rekomendasi yang ini, but I decided to give it a try. Keputusan yang lebih salah daripada membeli buku Twilight. Kisah percintaan klise tentang gadis populer dan cowok berandalan, wth. Too immature for me. Setelah kira-kira 100 halaman, saya menutup dan menghapus file pdf-nya. 1/5.