Malam ini, suasana hati saya tidak begitu baik. Mungkin karena baru saja pulang liburan dan harus kembali ke tumpukan PR. Mungkin karena habis berkumpul kembali dengan teman-teman semasa kuliah S1 dulu dan sekarang harus kembali sendirian di apartemen. Hua hua. Anyway. Jadinya, daripada bermuram durja, mending saya mengulas Eurotrip minggu lalu. Yah, bukan mengulas juga sih, karena ceritanya saya sedang malas, jadi pajang foto-foto saja ah, hihi. Untuk urusan cerita, saya percayakan pada Bu Mia. Foto yang akan saya pajang di sini sebenarnya subset dari yang saya pajang di Facebook, tapi tanpa saya di dalamnya, hoho.
Tempat bertemu adalah Amsterdam. Saya rasa, selamanya kota ini akan mengingatkan saya pada insiden paspor hilang. Tapi berhubung saya sedang malas, tidak usahlah diceritakan, hehe. Intinya, meskipun jelas tidak jelek, sepertinya Amsterdam bukan tipe favorit saya. Mobil, tram, sepeda, pejalan kaki, semua serba semrawut, huhu. Dari sini, kami pun mengunjungi Keukenhof, yuhuu. Berikut adalah foto-foto edisi Belanda.
Tujuan berikutnya: Brussels. Sekilas kota ini benar-benar mengingatkan saya pada kawasan Sudirman-Thamrin, yang artinya pemandangannya cuma gedung-gedung pencakar langit, huhu. Kabar bagusnya adalah, uang beasiswa saya berasal dari kota ini, hoho. Selain itu, ada toko Tintin juga. Jajan lumayan banyak, hoho.
Saya suka Geneva! Ada danau besar di mana di tengahnya ada air mancur setinggi 140 meter, asik sekali. Selain itu, di pinggir danau ada taman-taman yang bersuasana damai.
Di Verona rombongan perjalanan kami reunian dulu dengan beberapa anak Fasilkom. Ngobrol dan foto-foto sampe lupa waktu, berujung lari-lari mengejar kereta Verona-Venice. Sungguh terharu rasanya ketika sampai di Venice (baru terharu besok paginya sih, pas sampe udah malem, ga liat apa-apa). Perkenalan pertama saya dengan Venice adalah lewat buku The Thief Lord-nya Cornelia Funke, salah satu buku favorit saya. Akhirnya saya bisa melihat Piazza San Marco dengan patung singanya, tempat Bo memberi makan burung-burung merpati, membayangkan kantor Victor yang berada di tepi kanal, jenis topeng yang dipakai Scipio (sungguh si Scipio Massimo ini sangat oke, masuk daftar fictional crush). Berhubung di sini banyak suvenir-suvenir bagus, saya belanja agak banyak, hehe.
Sekian ulasan Eurotrip pertama saya. Berikut adalah foto (sebagian) hasil belanjaan, hoho.