Judul: Logicomix – An Epic Search for Truth
Penulis: Apostolos Doxiadis, Christos Papadimitriou
Nilai: 5/5
Pertama kali saya mendengar tentang buku ini adalah lewat rekomendasi dosen saya di kelas Formal Languages and Automata. Waktu itu saya langsung lupa, sampai kira-kira seminggu yang lalu tanpa sengaja saya sampai ke halaman review buku ini di Goodreads. Meskipun judulnya lagi minggu ujian, saya pun nekad meninggalkan catatan kuliah dan mulai membaca buku ini. Ternyata oh ternyata, saya tidak bisa berhenti membaca, malah berdalih bahwa karena sama-sama memiliki substring logic, membaca Logicomix bisa dianggap sebagai persiapan menjelang ujian Logic Programming (meskipun tentu saja tidak. Kita lihat saja nanti berapa nilai ujian saya yang kurang persiapan T_T).
Oke, jadi graphic novel ini bercerita tentang tokoh-tokoh/sejarah dalam mencari “kebenaran”. Kisahnya disampaikan melalui sudut pandang seorang filsuf, Bertrand Russell. Di salah satu kuliahnya, Russell berkisah tentang karirnya sebagai filsuf/matematikawan/logician. Nah kita tahu kan dalam matematika, ada yang namanya aksioma (istilah bahasa Inggrisnya: axiom), yaitu pernyataan-pernyataan yang sudah pasti benar tanpa perlu dibuktikan lagi. Kurang lebih yang dipertanyakan di sini adalah, dari mana kita bisa tahu bahwa aksioma-aksioma itu sudah pasti benar? Inilah yang membawa kita pada filosofi. Ada beberapa pendapat mengenai foundations of mathematics. Russell berpendapat bahwa matematika berakar dari logic.
Satu hal yang perlu dicatat, ini adalah buku fiksi. Meskipun sebagian besar tokoh dan penemuannya sama dengan kehidupan nyata, beberapa kejadian sengaja dibuat untuk memperlancar narasi. Di akhir buku ada tokoh penjelasan lebih lanjut mengenai tokoh-tokoh dan teorinya.
Bagi saya, yang membuat buku ini menarik adalah karena saya merasa familiar dengan nama-nama seperti Bertrand Russell, Ludwig Wittgenstein, Gottlob Frege, Kurt Gödel, Georg Cantor dari kuliah Semantics atau Teori Bahasa dan Automata. Sementara untuk beberapa penjelasan filosofis yang disebutkan, saya sama sekali tidak menganggap diri saya kompeten untuk mengambil pihak manapun, hehe. Saya menikmati buku ini dari sisi sejarahnya, sebagai pembaca dan pengamat, bukan sebagai pihak yang ingin terlibat dalam diskusi filosofis. Overall, Logicomix adalah bacaan yang sangat menarik, sebuah fiksi yang membuat saya penasaran akan fakta sebenarnya. Seandainya saja kuliah Semantics sama menariknya dengan graphic novel ini…