Siang ini terjadi perbincangan mengenai sastra Indonesia di Twitter, yang dimulai oleh teman saya yang sedang membaca Atheis-nya Achdiat K. Mihardja. Kalau bicara tentang sastra Indonesia, sepertinya saya harus mengaku kalah. Sepanjang sejarah pertalian saya dengan buku, tali dengan sastra Indonesia sudah nyaris putus, huhu.

Menilik halaman sastra Indonesia di Wikipedia, berikut adalah daftar buku yang pernah saya baca.

Pujangga Lama
Hikayat Hang Tuah: dibaca semasa SD, sebagian besar karena nama sekolah saya adalah SD Hang Tuah III.


Sastra Melayu Lama
-

Angkatan Balai Pustaka
Merari Siregar - Azab dan Sengsara: saya cukup yakin pernah baca semasa SMP, tapi sama sekali lupa ceritanya.
Marah Roesli - Siti Nurbaya
Abdul Muis - Salah Asuhan

Pujangga Baru
Sutan Takdir Alisjahbana - Layar Terkembang
Sutan Takdir Alisjahbana - Anak Perawan di Sarang Penyamun
Hamka - Di Bawah Lindungan Kabah
Hamka - Tenggelamnya Kapal van der Wijck

Angkatan 1945
Idrus - Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
Achdiat K. Mihardja - Atheis

Angkatan 1950-1960-an
-

Angkatan 1980-1990-an
Hilman Hariwijaya - Lupus Kecil

Angkatan Reformasi
-

Angkatan 2000-an
Dewi Lestari - Supernova I: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh
Habiburrahman El-Shirazy - Ayat-ayat Cinta: urgh, horrible
Andrea Hirata - Laskar Pelangi
Andrea Hirata - Sang Pemimpi
Andrea Hirata - Edensor (ga tamat)
Anwar Fuadi - Negeri 5 Menara (ga tamat juga)

Selepas SMA dan pelajaran Bahasa Indonesia, praktis saya langsung lupa dengan keberadaan sastra dalam negeri. Sangat disayangkan sebenarnya; karena kalau bukan kita, siapa lagi yang mengapresiasi sastra Indonesia?

Sesungguhnya kalau dipikir-pikir, karya dalam negeri tidak kalah bagus dari buku-buku impor yang biasa saya baca (kecuali Ayat-ayat Cinta, but maybe that's just me). Liburan kemarin saya membaca Tetralogi Buru-nya Pramoedya Ananta Toer dan saya harus bilang bahwa Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa termasuk buku terbaik yang pernah saya baca.

Satu lagi sebelum post ini disudahi. Mengingat pelajaran Bahasa Indonesia, saya jadi ingat satu puisi yang pernah muncul di soal ujian. I'm not much into poetry, but this one is my favorite. Sejak pertama kali baca di lembar soal sampai sekarang. Apalagi sekarang. Buhuhu.