Masa tinggal saya di sini rupanya tinggal 12 hari, wah tidak terasa cepat sekali waktu berlalu (tapi boong). Kalau mengingat rencana-rencana yang dibuat sebelum berangkat dulu, jadi merasa agak bersalah. Tentu saja karena sebagian besar diantaranya fail berat. Mari ditinjau.

  1. Mengasah keahlian memasak. Buhuuu, mungkin ini yang paling gagal. Sebenarnya dulu awalnya masih agak rajin berkesperimen, namun entah kenapa lama-kelamaan waktu terasa semakin sempit, makin banyak hal-hal yang perlu dibeli ketimbang bahan masakan, dan Indomie terasa semakin enak!
  2. Mengasah keahlian menulis Bahasa Inggris, Sekitar setahun yang lalu, banyak entry blog ini yang ditulis dalam Bahasa Inggris, ceritanya mempersiapkan diri menghadapi tanah asing, Sesampainya di sini, rupanya menulis (untuk kehidupan perkuliahan), membaca, mendengar, dan berbicara dalam Bahasa Inggris setiap hari sudah cukup melelahkan. Alhasil, blog ini kembali berbahasa ibu. Padahal kan saya harus berlatih menulis dengan kata-kata canggih untuk tesis saya nanti.
  3. Memanfaatkan segala kesempatan untuk jalan-jalan di Eropa pada umumnya dan Malta pada khususnya. Nyatanya, yah, saya terlalu suka dengan apartemen saya. Jalan-jalan sih tetap dilaksanakan, tapi “memanfaatkan segala kesempatan” sepertinya berlebihan.
  4. Mulai berolahraga secara teratur. Yeah right. Selalu ada alasan untuk gagal di rencana mulia ini.

Ah sudahlah.