Bus
adalah sarana transportasi umum paling top di Malta. Di saat negara-negara Eropa lainnya sudah mengimplementasikan metro, tram, dan kereta, Malta masih bertahan dengan bus kuning ini. Bus-bus ini biasanya dilengkapi atribut religi seperti salib raksasa atau patung Yesus, namun ada juga yang dilengkapi stiker ala Metro Mini seperti “True Love Never Dies”, wokwokwok. Busnya tidak berhenti di setiap halte, jadi kalau mau minta diberhentikan dari dalam, kita harus menarik tali yang terhubung dengan sebuah lonceng.
Kinnie
adalah soft drink asli Malta. Menurut situsnya, Kinnie adalah “… a unique tasting, alcohol-free, refreshing beverage. … made from bitter oranges and a variety of aromatic herbs”. Dari tampangnya, memang terlihat sangat menyegarkan untuk diminum di siang hari yang terik. Rasanya? Ga karuan.
Kelinci
beserta bumbu tertentu, adalah masakan khas Malta. Sebenarnya saya belum pernah mencoba kelinci sebagaimana yang dihidangkan di restoran-restoran sini karena kehalalannya yang tidak jelas. Namun, suatu waktu ketika mengunjungi bagian halal di sebuah supermarket, ada daging kelinci yang sudah dibumbuin dan siap dipanggang. Rasanya lumayan, agak mirip bebek.
Maltese Cross
adalah simbol nasional Malta yang tertera di koin 2 Euro. Sejarah lengkapnya bisa dilihat di sini. Baru beberapa hari yang lalu saya sadar bahwa itu sebenarnya gambar salib, tepatnya ketika mencari suvenir buat oleh-oleh. Dan ternyata, mencari suvenir yang ga mengandung simbol ini susah juga, sodara-sodara.
Mela
adalah suatu kata dalam bahasa Malta yang bebas ditempatkan di manapun dalam kalimat dan bisa diartikan apa saja. Mela, sebenarnya saya juga ga tau ejaan yang benarnya seperti apa.
Balkon
adalah salah satu ciri khas bangunan Malta. Biasanya agak condong ke depan dan dihiasi sulur-sulur tanaman. Menurut saya balkon-balkon ini terlihat cukup oke. Deretan balkon di Valletta, denger-denger, adalah deretan balkon terpanjang sedunia. Suatu pencapaian yang luar biasa bukan? Huhu.
Cerai
adalah isu paling hot di Malta. Hukum di Malta tidak mengizinkan adanya perceraian, jadi ada pihak-pihak yang memperjuangkan perubahan tentang hal ini. Sejak saya datang sampai akan pergi lagi, “divorce” adalah kata yang paling sering muncul (setelah menyisihkan semua function word) di buletin kampus dan email survey, hoho.