Bukan maksud saya membanding-bandingkan Universitas Indonesia dan University of Malta, karena Indonesia adalah tanah air saya dan Universitas Indonesia tentunya punya tempat tersendiri di hati saya, yohoho. Oke, kalau ditinjau secara lebih serius, memang UI punya banyak nilai lebih dibanding UoM (tadi katanya ga mau ngebanding-bandingin? Huhu), baik dari segi area, konten kurikulum (setidaknya untuk CS), fasilitas, ketersediaan peminjaman sepedah (ini sih udah jelas ga ada di Malta), dll. Tapi… Perpustakaan tidak termasuk salah satu diantaranya.
Pepustakaan UoM hanya sedikit lebih besar daripada Pepustakaan Pusat UI (yang lama), tapi koleksinya jauh lebih lengkap dan memuaskan. Buku pelajaran lengkap, fiksi klasik juga banyak. Semester ini saya bahkan ga perlu beli buku pelajaran sama sekali karena semuanya tersedia di perpus, dalam keadaan bagus pula. Memang sih ada buku-buku yang dicoret-coret, tapi yaa itu sekitar 1 dari 10 buku lah. Dari segi pelayanan, di sini librarian-nya baik-baik banget. Satu lagi hal yang sangat berbeda adalah suasananya. Sebagaimana seharusnya perpustakaan, di sini sunyi sekali. Lantai 2 adalah tempat diskusi dan belajar bersama, tapi volumenya masih dalam batas wajar.
Meminjam buku di perpustakaan buat saya lebih preferable daripada men-download ebook-nya. Soalnya… yah kalau baca buku di laptop, pasti tiap sebentar diselingi dengan chatting dan browsing ga penting. Selain itu, ga bisa dibawa kemana-mana, mata gampang cape pula. Teman-teman saya di sini sih mengatasinya dengan ebook reader. Saya sendiri bukannya anti dengan ebook reader, melainkan hanya sekedar tidak bisa membayangkan di mana asiknya. Mungkin karena belum pernah mencoba. Jadi kalau ada yang berminat mengubah pandangan saya tentang ebook reader, silakan saya dibelikan biar bisa nyoba, hoho.
Oke, kembali ke masalah perpustakaan. Saya termasuk orang-orang yang menyambut baik dibangunnya Perpustakaan Pusat UI yang baru. Buat saya, perpustakaan adalah win-win-win solution buat meningkatkan minat baca, menghemat uang, dan menyelamatkan pohon. Jadi, saya senang ketika UI berinvestasi lewat perpustakaan instead of lapangan parkir, lapangan parkir, dan lapangan parkir. Tapi denger-denger ada gosip bahwa di perpus yang baru akan ada Cineplex segala. Semoga gosip hanya akan menjadi gosip, amin.
Menurut info dari perpusnya, April ini pindahan dari perpus2 fakultas, lanjut Mai nanti buka Nis.
Yuk, nanti kalo pulang ke perpus yuk. :D
Betul bgt...bakal ada Cineplex, foodcourt n fitnes center, tp ga smua Fakultas mau mindahin smua koleksi bukunya ke Perpustakaan UI yg baru. Jd qta liat aja seefektif apa perpustakaan ini buat mahasiswa UI...