Berbicara pada diri sendiri.
Sebulan pertama
Udara dan langit: wah, udaranya enak, panas tapi anginnya bikin adem. Langitnya juga bersih dan cerah, kalo malem bisa ngeliat bintang bertebaran, bahkan bisa ngeliat sabuk Orion juga.
Penduduk: kyaa, orang-orang di sini baik-baik banget deh, tiap kali papasan disenyumin. Kalo belanja dilayanin dengan ramah. Kalo nyasar dibantuin nyari jalan.
Pemandangan: harus bawa kamera ke mana-mana nih! Bangunan tua dari batu kuning menarik sekali, kafe-kafe kecil di pinggir laut juga asik. Bikin daftar tempat-tempat yang harus dikunjungi ah.
Kuliah: semangat belajar menggebu-gebu, daftar kuliah ini-itu, sit in di kelas sini-situ.
Makanan: aha senangnya, nemu toko daging halal, nemu restoran halal. Besok nyoba masak resep X ah, besoknya lagi enaknya nyoba resep Y, harus sedia bumbu Z di rumah…
Ngeliat kucing Malta: kyaa kucing di sini lucu sekali, gendut dan berbulu lebat. Kalo begini, saya ga benci kucing deh!
Setelah lima bulan
Udara dan langit: brr, dingin banget. Boro-boro ngeliat bintang, kalo udah malem ngumpet di balik selimut aja ah.
Penduduk: dasar orang Malta tukang ngaret!
Pemandangan: hmm, pemandangannya begini-begini doang, batu tua bulukan, suram (kamera tergeletak terlupakan).
Kuliah: sial, tugas banyak amat. Kenapa dulu gw pake daftar kuliah ini ya…
Makanan: chicken nugget, Nutella, tuna kalengan, yes they exist for a reason.
Ngeliat kucing: dasar tambun!
Manusia :)
Setelah beberapa lama, jadi terbiasa dengan segala sesuatu. Hal-hal yang sebenarnya, kalau direnungkan dengan baik, sungguh patut disyukuri, jadi terlihat biasa. Bahkan, jadi lebih sering kelihatan sisi jeleknya daripada sisi baiknya. Kadang-kadang kalau sedang merasa gundah dan bosan, saya mencoba mengingat kembali saat-saat saya pertama kali sampai di sini, bagaimana segala sesuatunya terasa begitu segar dan menarik, biar inget buat bersyukur :D Karena bukankah keberadaan itu sendiri adalah sesuatu yang luar biasa?
I sat thinking how terribly sad it was that people are made in such a way that they get used to something as extraordinary as living. One day we suddenly take the fact that we exist for granted – and then, yes, then we don’t think about it any more until we are about to leave the world again.
- Jostein Gaarder (The Solitaire Mystery)
Hmm...
sptnya identitas blog saya juga sudah ketahuan nih.. :D
-rozi