Ah, judulnya memang agak melambai. Jadi intinya begini. Setelah hampir empat bulan berada di sini, entah kenapa baru kepikiran sekarang buat streaming radio Jakarta, duh. Sebelumnya kalau sedang bosan dengan koleksi musik di laptop, biasanya saya streaming stasiun radio gaib. Nah beberapa hari yang lalu, untungnya saya teringat bahwa teknologi sekarang sudah sedemikian canggihnya untuk memungkinkan saya mendengarkan siaran radio di kampung halaman.

Stasiun radio pilihan saya tentu saja U FM (huh dibayar berapa saya buat ngiklan). Beda waktu enam jam dengan Jakarta terasa menguntungkan, karena sore-sore begini biasanya sudah tidak ada lagi penyiarnya, tinggal lagu-lagunya doang. Sempurna untuk menemani belajar.

Ngomong-ngomong tentang belajar…

<pura-pura serius>

Sorry for being such a complainer in the last few posts. Menyadari akses dan fasilitas yang saya miliki sekarang, rasanya tidak pantas untuk mengeluh dan bukannya memanfaatkannya sebaik mungkin. Tentu saja saya masih pemalas, tentu saja saya masih suka menunda-nunda mengerjakan tugas yang perlu pemikiran filosofis atau perangkaian kata tingkat tinggi. But now that I think of it, computational linguistics is all right. There’s no use in wondering if this is what I want to do, not now. I’ve never been a person who plans too far for the future and maybe it’s better not to start being one. At least for now.

</pura-pura serius>

Jadi perbedaan jam rupanya juga tidak terlalu menguntungkan dalam hal streaming radio, karena barusan siaran di U FM juga sudah habis. Saatnya belajar dalam kesunyian, kalau begitu? Tapi sebelumnya saya harus menyudahi postingan ini dulu. Sejujurnya belakangan ini saya merasa kehilangan kata-kata. Entah kenapa sepertinya bahasa tidak bisa mengakomodasi benang-benang pemikiran, huhu.

Ah sudahlah, jadi kalau diteruskan malah jadi mengeluh lagi nanti.