bart

Judul: The Ring of Solomon (A Bartimaeus Novel)
Penulis: Jonathan Stroud
Penerbit: Doubleday
Nilai: 3/5

Kisah ini bermula di masa pemerintahan Solomon di Jerusalem. Saat itu Solomon tengah mencapai puncak kejayaannya berkat cincin sakti yang kabarnya bisa mengabulkan setiap permintaan. Dalam pemerintahannya, Solomon memiliki tiga belas penyihir bawahan. Salah satu dari penyihir-penyihir ini, Khaba, adalah masternya Bartimaeus.

Semua jin bawahan Khaba ditugaskan untuk membangun kuil. Pada masa itu, jin diharuskan untuk mengambil wujud sebagai manusia, tidak boleh ada aksesori aneh-aneh seperti tanduk dan lain-lain. Tapi dasar para jin suka ngelunjak, mereka pun mengambil wujud aneh-aneh saat ga ada yang mengawasi. Suatu hari Solomon kebetulan memonitor, semua jin pun meninggalkan aksesori gaib dan kembali ke wujud manusia. Semua jin kecuali Bartimaeus. Saat Solomon lewat, dia masih berwujud badak dan sedang menyanyikan lagu tentang kehidupan pribadi Solomon. Sebagai hukuman, Bartimaeus dan semua jin bawahan Khaba dikirim ke padang pasir untuk memantau bandit.

Di padang pasir inilah Bartimaeus bertemu Asmira, gadis yang ditugaskan oleh Ratu Sheba untuk membunuh dan merebut cincin Solomon. Bartimaeus jadi terjerumus masalah (lebih jauh lagi) ketika posisi masternya berpindah tangan dari Khaba ke Asmira. Terikat untuk membantu Asmira dalam misi gila membunuh Solomon, Bartimaeus harus menembus pasukan jin penjaga, dikejar-kejar marid, dan berhadapan dengan spirit berkekuatan besar.

Barty, menurut saya, masih kocak seperti biasa. Kehadiran Faquarl juga lumayan bikin seru, terutama karena di sini mereka belum musuhan. Dari segi cerita, ya bisa dibilang cenderung simpel, konfliknya tidak seberapa kalau dibandingkan dengan triloginya. Overall, buku ini lumayan okelah untuk mengobati kerinduan terhadap Barty.

Cursed spirit! The king asked you a question!

Yes, yes, I was getting to that. And a cracking question it was. Beautifully put. Succinct. Probing… What was it again?