Baiklah sodara-sodara, alasan saya ga meng-update blog setelah sekian lama (padahal ga nyampe seminggu) adalah karena saya mengalami perubahan jadwal yang cukup drastis. Salah satu kuliah yang saya ambil, judulnya Advanced Issues in LCT 1, baru dimulai minggu ini. Kuliahnya diajar oleh seorang visiting lecturer dari CMU. Oleh karena itu, jangka waktunya lumayan pendek, yaitu 4 minggu. Oleh karena itu pula, kuliahnya dijadikan sangat intensif.
Seberapa intensif? Hmm, let’s see. Tadinya saya kuliah hari Senin dan Selasa doang. Sejak ada si Advanced Issues in LCT 1 ini, kuliah saya jadi Senin-Jumat. Huhu. Oke, banyak sisi baiknya kok, mari didaftar.
- Saya jadi lebih sering bertemu teman-teman. Lumayanlah ketawa-tawa dikit.
- Jadi lebih hemat karena waktu buat belanja jadi lebih singkat.
- Waktu saya jadi terasa lebih berharga. Kalau tadinya sering males-malesan karena berasa punya banyak waktu, sekarang jadi agak rajin dikit.
- Saya punya alasan untuk cabut kuliah, hore! Yah, tadinya saya merasa berdosa kalau cabut. Kuliahnya cuma dua hari seminggu, masa mau cabut? Tapi sekarang karena sudah full seminggu, boleh dong saya cabut sekali-sekali, hihi.
Di sisi lain, dunia ini menuntut keseimbangan. Kabar buruknya adalah Advanced Issues in LCT 1 ini ternyata sesuai sama namanya. Advanced, huhu. Isunya adalah Machine Translation, sesuatu yang sudah sering saya dengar dan tadinya saya sambut dengan cukup lapang dada. Pertemuan pertama, perkenalan ama dosennya. Pertemuan kedua, basa-basi dikit tentang Machine Translation. Pertemuan ketiga, what the hell? Pertemuan keempat, #$%)*&^%^^?~!*^&!!
Sebenernya ga horor kok. Materinya cukup beririsan dengan kuliah Corpora and Statistical Methods. Kalau kata teman saya, it’s like killing two flies at the same time. Masalahnya adalah, I can’t even hurt a fly, let alone kill two, huhu. Seriusan deh, dari dulu statistik adalah titik lemah saya (bersama jutaan cabang ilmu lainnya).
Satu hal yang perlu dicatat, saya bukan orang yang gampang khawatir kalau ga ngerti apa-apa di kelas. Dosen bikin ngantuk? Materi membosankan? Pemandangan di luar kelas lebih menarik? Tenang aja, kan nanti bisa belajar dari buku. Begitu pikir saya. Tadinya. Akan tetapi, di kelas itu ada 5 orang tuyul Erasmus Mundus lainnya yang mengangguk-ngangguk tanda mengerti seiring setiap perkataan sang dosen. Pemandangan yang cukup membuat saya merasa terintimidasi.
Jadi itu tentang Machine Translation. Sisa weekend ini harusnya saya habiskan dengan mencoba memahami apa yang sudah diajarkan di kelas. Seharian ini belum sempet (atau males) nyentuh materinya karena banyak PR lain yang menumpuk. Pagi ini saya mengerjakan PR Concepts of AI, yaitu menerapkan neural network backpropagation. Sebenarnya saya ga terdaftar di kelas Concepts of AI, cuma iseng-iseng doang masuk ke kelasnya. Kalau kata Kemal (yang ga pernah ngapdet blog lagi, apdet woy!), masuk ke kelasnya sih wajar, tapi kalo sampe ikut ngerjain tugasnya, itu kerajinan namanya. Yah gimana dong. Semasa di Fasilkom dulu, saya dua kali mendaftar di kelas Neural Network, dua kali pula saya drop. Masa dari jaman dulu sampe sekarang ga ngerti backprop?
Anyway, tugas Concepts of AI (saya anggap) sudah kelar. Selanjutnya masih ada tugas Machine Learning. Yang ini cukup asik sebenernya. Saya mau aja sih menghabiskan weekend ini demi menyelesaikan tugas ini, tapi itu berarti Senin depan saya jadi orang terbodoh lagi di kelas Machine Translation. Jadi besok saya harus bekerja keras memilih-milah IBM1, IBM2, IBM3, HMM. Beh.
Oke, bagi sebagian orang, mungkin dari tadi saya bicara hal-hal gaib. Hihi, abis setres sih, boleh dong ditumpahkan di sini. Suasana hati saya tadi begitu gelap sehingga saya memutuskan untuk mengganti template blog dengan warna-warna yang agak terang. Mungkin saatnya saya tidur sekarang. Besok adalah hari penuh perjuangan. Hmpf.