Judul: Everything is Illuminated
Penulis: Jonathan Safran Foer
Penerbit: Penguin Books
ISBN: 978-0-14-100825-7
Harga: Rp 150.000,00
Nilai: 2/5
Saya membuka buku ini dengan ekspektasi cukup tinggi, mengingat Extremely Loud and Incredibly Close adalah salah satu buku terbaik yang pernah saya baca. Buku ini adalah novel pertama JSF, berkisah tentang seorang pria muda, yaitu JSF sendiri, yang datang ke Ukraina untuk mancari tau keberadaan seorang wanita yang pernah menyelamatkan kakeknya di masa pendudukan Nazi. Dalam pencarian itu, ia ditemani oleh seorang penerjemah Ukraina bernama Alex dan kakeknya, serta anjing mereka.
Oke, jadi ternyata saya harus kecewa. Memang sih, narasi Alex dalam bahasa Inggris yang agak aneh awalnya terasa menarik. Tapi at some point, kesel juga bacanya. Kalau narasi Alex terasa cukup menyebalkan, itu belum apa-apa dibanding kisah yang ceritanya ditulis JSF tentang leluhurnya. Jadi semacam story within story gitulah. Nah, selain gaya bahasanya aneh, ceritanya juga ga kalah aneh dan membosankan. Coba bayangkan, kisah tentang kakeknya JSF berhubungan dengan 3000 wanita? Wth. Berikut contoh potongan kisahya:
Bitzl Bitzl R was able to recover the wagon a few days later with the help of a group of strong men from Kolki, and his traps saw more action than ever. But sifting through the remains, they didn’t find a body. For the next one hundred fifty years, the shtetl would hold an annual contest to “find” Trachim, although a shtetl proclamation withdrew the reward in 1973 – on Menasha’s counsel that any corpse would begin to break apart after two years in water…
Pertama kali baca, saya kebingungan setelah beberapa bab pertama. Akhirnya saya memutuskan untuk mengulang lagi, berpikir I must be missing something. Sampai di tengah, saya sempat menyerah karena ga suka cerita dan gaya bahasanya. Tapi akhirnya lanjut lagi deh. Setelah perjuangan panjang melawan kebosanan dan kebingungan, akhirnya saya sampai ke halaman terakhir. Masih dalam keadaan ga ngerti.
Totally overrated. Seriously, what’s so brilliant about this book? Am I stupid or something? Because I really don’t see the point. Hehe, mungkin saya yang ga nyambung kali ya, tapi buku ini benar-benar sulit dinikmati. Nilai plusnya adalah, terlepas dari gaya penulisan dan cerita yang busuk, di sini kita tetap bisa melihat bahwa JSF adalah penulis kreatif. Kombinasi narasi Alex, surat-menyurat antara Alex dan JSF, serta cerita bertingkat bolehlah diacungi jempol.