Archive for February 2010

last day of freedom

Februari sudah akan berakhir. Satu-satunya buku yang saya beli bulan ini adalah Istana yang Bergerak (Howl's Moving Castle). Hm, menurut saya terjemahannya ga bagus, benar-benar mengurangi kenikmatan membaca. Padahal GPU biasanya lumayan terjemahannya. Ceritanya sih lumayan asik.

Karena satu dan lain hal, saya emang ga sempet beli buku lagi bulan ini. Jadinya ya cuma baca ulang buku jaman dulu. Terhitung yang dibaca ulang bulan ini adalah semua buku Malory Towers, beberapa St. Clare, Maya, beberapa dari seri Trio Detektif, beberapa dari Girl Talk, dan Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken.

Masih rajin nonton juga, padahal niatnya mau ngurangin nonton, huh. Berikut tontonan bulan Februari:

  1. Valentine's Day - ini busuk sebusuk-busuknya film
  2. When Harry Met Sally - film lama yang lumayan oke
  3. Alice in Wonderland - film lama yang sangat oke, persiapan buat nonton Alice in Wonderland yang akan datang
  4. The Princess and The Frog - ini dia yang paling oke. Udah lama Disney ga ngeluarin film bagus begini.
  5. 3 Idiots - film India yang cukup bagus menurut saya, meskipun di beberapa bagian agak klise.
  6. Howl's Moving Castle - ah, berhubung saya udah baca bukunya, kecewa deh sama filmnya. Cerita dan karakter-karakternya jadi beda banget. Semua jadi terlalu serius dan tinggi langsing serta cantik.
  7. My Sister's Keeper - awalnya sih bagus. Anak perempuan menuntut orangtuanya karena tidak ingin lagi mendonorkan bagian tubuhnya, tapi setelah tau motif sebenarnya, jadi males. Saya ga suka film ini, tapi saya sangat suka Abigail Breslin di sini.
  8. Ever After - nonton ulang, agak busuk sih tapi saya pernah sangat suka film ini.

ngejar setoran

Februari sudah hampir berakhir dan satu-stunya buku yang gw beli bulan ini hanyalah Istana Yang Bergerak (Howl's Moving Castle).
Harus berburu hari ini.

flashback

Belakangan ini saya sering ingat almarhum kakek saya :-)
Waktu mendengar bahwa saya berpeluang mengunjungi suatu negeri X, ibu saya bilang, "kalo masih ada Oking (kakek saya-red), pasti seneng banget dengernya." Dulu memang kakek saya sering cerita tentang negeri tersebut. Dan sejak itu saya jadi sering teringat pada kakek saya.

Dimulai sejak saya kelas 1 SD, keluarga saya dan sodara-sodara tinggal tetanggaan di Lenteng. Kakek dan nenek saya tinggal di Pasarminggu. Tiap Kamis sore kakek saya datang ke Lenteng naik bis dengan tas rotannya buat ngetes kemampuan ngaji cucu-cucunya. Setelah solat maghrib berjamaah, baru deh dimulai ngajinya. Awalnya ngaji sama-sama dulu, baca At-Takasur sampe An-Nas ditambah beberapa surat lainnya. Setelah itu baru deh cucunya ngaji satu per satu, dimulai dari yang paling muda. Ini berarti biasanya saya dapet gilian kedua.

Kakek saya sangat teliti, jadi kalo ada yang salah langsung dimarahin. Dan itu sering terjadi, hoho. Kadang-kadang mood kakek saya keburu jelek duluan kalo ada cucunya yang dodol, jadi kena deh semuanya. Kakek saya sangat galak, jadi kalau ada kesempatan di mana kakek saya berhalangan datang, kita semua pada seneng. Hoho, maklum anak kecil.

Rutinitas ini berlanjut sampe saya kelas 3 SMP. Surat yang dibaca bareng udah lebih banyak. Sampe akhirnya kakek saya udah ga kuat lagi bolak-balik Pasarminggu-Lenteng naik bis. Berhenti deh acara ngaji bareng. Beberapa tahun kemudian, kakek dan nenek saya mulai sering sakit. Jadi dibangunlah satu rumah lagi di Lenteng buat kakek dan nenek saya, biar lebih gampang dipantau.

Ironisnya, sejak kakek saya pindah ke Lenteng, ritual ngaji bareng justru ga berlanjut lagi. Entah karena semua udah punya kesibukan masing-masing, atau kakek saya juga yang udah ga kuat memantau. Meskipun begitu, kadang-kadang masih sering ngunjungin rumah kakek dan nenek saya buat dengerin mereka cerita.

Beberapa tahun yang lalu, kakek saya meninggal. Saat itulah semuanya berkumpul lagi dan ngaji bareng.

Saya bukan cucu yang paling dekat dengan kakek saya. Tapi saya ingat pernah dikasih buku tebal kumpulan kisah nabi-nabi, karena kakek saya tau saya hobi baca. Dan mungkin karena saya satu-satunya cucu yang bakal menamatkan buku setebal itu, hehe. Saya ingat kakek saya bilang, "Alhamdulillah" dan memeluk saya waktu pertama kali melihat saya berjilbab. Saya ingat saya termasuk cucunya yang jarang kena marah. Sodara-sodara yang lain bilang, itu karena saya lebih galak daripada kakek saya, hehe (which is true, now that i think of it).

I wonder what he would say if he could only see me now. Sometimes I regret that it was so hard for me to take 10 steps to his house and read Quran together. However, since I can't do it with him now, I still can do it by myself. Ga boleh males-malesan lagi.

lagi ga ada kerjaan

Berhubung lagi ga ada kerjaan, ada baiknya saya mencatat buku yang saya baca di bulan Januari lalu, daripada keburu lupa. Jadi, sesuai urutan pembacaannya, berikut adalah komentar singkat dari saya.

1. Sara Pennypacker & Marla Frazee – The Talented Clementine
Ini lanjutan buku Clementine. Ceritanya masih lumayan bagus dan lucu seperti buku sebelumnya, gambar-gambarnya juga oke.

2. Rick Riordan – Percy Jackson and The Olympians #1: The Lightning Thief
Awalnya saya sama sekali ga tertarik dengan seri ini, tapi setelah menilik Goodreads, jadi penasaran juga. Sayangnya waktu beli saya ga tau seri ini udah ada terjemahannya, jadi beli yang impor deh.
Hmm, menurut saya sih buku pertama ini ceritanya biasa banget. Ada anak laki-laki yang jadi tokoh utama, dengan dua orang yang menemani petualangannya. Banyak melibatkan dewa-dewi Yunani. Namun secara keseluruhan, buku ini cukup asyik sih. Meskipun ceritanya klise, alurnya lumayan rapi dan enak dibaca. Saya saja bisa menamatkan dalam waktu kurang dari sehari.

3. E.B. White – Charlotte’s Web
Hmm, buku klasik yang saya tonton filmnya duluan. Bagian favorit saya di buku dan di film sama aja, yaitu saat ibunya Fern berbicara dengan dokter tentang sarang laba-laba Charlotte.

4. Garth Nix – The Abhorsen Trilogy #1: Sabriel
Ini satu lagi seri fantasi yang sudah sering saya lihat tapi ga pernah tertarik buat beli, dan akhirnya saya beli setelah ngintip Goodreads. Hasilnya, sejauh ini saya Cuma berhasil baca beberapa halaman saja. Gaya bahasanya bikin ngantuk, tokoh utamanya wanita pula. Tipikal buku yang biasanya jarang banget saya tamatin.

Cuma segitu buku-buku baru yang saya baca. Sisanya cuma ngulang buku lama buat pengantar tidur. Bulan lalu memang waktu saya lebih banyak dihabiskan dengan nonton daripada baca. Apa lagi kalau bukan karena masalah finansial. Harga satu buku sama aja kaya 10 kali nonton, huhu. Bahkan bisa gratis kalo ninggal donlotan di kampus. Sekalian aja saya list deh.
1. Sherlock Holmes: busuk
2. Hari untuk Amanda: salah satu film Indonesia terbaik yang pernah saya tonton
3. Sang Pemimpi: busuk
4. The Spy Next Door: lumayan buat santai
5. The Box: busuk luar biasa
6. Where The Wild Things Are: sedang-sedang saja cenderung bagus
7. New York, I Love You: busuk luar biasa
8. The Gods Must Be Crazy: mantap! Hehe
9. Rumah Dara: cuma pameran darah ga serem, tapi lumayan deh
10. Serial Queen Seon Deok: ini serial Korea terbaik yang pernah saya tonton! Sungguh oke deh.
11. Serial Glee: ah, ini juga lumayan oke ternyata.

Segitu dulu deh. Bulan ini harus dihabiskan dengan aktivitas yang lebih berguna daripada nonton mulu.