Yang namanya manusia, pasti cenderung hidup berkelompok sesuai dengan kesamaan yang dimiliki. Tersebutlah peserta-peserta kelas Machine Translation: Am, Ma, Mi, P, F, dan tentu saja saya sendiri, An. Berikut adalah observasi saya mengenai klasifikasi alamiah berdasarkan konfigurasi tempat duduk di ruang CB208.

Hari pertama:
-------------------------------------
Am Ma An Mi  <first row>
-------------------------------------
P F            <second row>

Hari kedua:
-------------------------------------
Ma F Mi         <first row>
-------------------------------------
P Am An   <second row>

Hari ketiga:
-------------------------------------
Ma An F         <first row>
-------------------------------------
Am P Mi   <second row>

Hari keempat:
-------------------------------------
Am P F          <first row>
-------------------------------------
An Ma Mi   <second row>

….

….

Hari terakhir:
-------------------------------------
Am P F          <first row>
-------------------------------------
An Ma Mi   <second row>

Sejak hari keempat hingga hari terakhir, konfigurasi tidak mengalami perubahan lagi. Nah, penghuni baris pertama adalah orang-orang yang rajin bertanya dan menyampaikan opini tentang phrase-based alignment, distortion models, dan aspek-aspek lainnya yang sangat menarik dari Statistical Machine Translation. Di baris kedua, ada orang-orang yang ngeliatin slide dengan tatapan kosong, sambil sesekali ngecek hp dan saling pandang (saking bingungnya mau ngapain). Jadi kalau disimpulkan, beginilah hasil klasifikasi saya:

-------------------------------------------------------
{those who pay attention}  <first row>
-------------------------------------------------------
{those who daydream}   <second row>

Kegiatan saya di baris kedua sebenernya lebih bervariasi daripada hanya ngelamun (meskipun itu memang kegiatan utamanya). Buku catatan saya penuh dengan gambar kartun (ada karikatur dosennya juga), daftar belanjaan, dan tulisan-tulisan yang bisa dikategorikan sebagai entri buku harian.

Hari ini adalah kuliah terakhir Machine Translation. 15 menit sebelum waktu kuliah habis, sang dosen menutup slide dan berkata bahwa sebaiknya kuliah diakhiri. Biar ada waktu buat menuju kelas berikutnya, katanya. Sayangnya salah satu tuyul di baris pertama berkata bahwa kelas berikutnya selalu mulai telat. Dan guess what? Sang dosen membuka file presentasi dengan topik baru dan memanfaatkan 15 menit yang tersisa dengan menjelaskan hal-hal yang sangat menarik tentang factored model. Saking kecewanya, saya memandang orang-orang di sekitar saya untuk melihat apakah mereka juga kecewa. Kebetulan oknum Ma juga sedang melakukan hal yang sama seperti saya. Jadilah 15 menit tersebut dihabiskan dengan mencoba (nahan ketawa)/(ketawa tanpa suara). Apa yang perlu ditertawakan, memang ga begitu jelas. Kami hanyalah orang-orang yang terkadang merasa kelas Machine Translation berlangsung selamanya.

Tentu saja pada akhirnya kuliah berakhir. Besok dosennya bakal terbang kembali ke asalnya, meninggalkan sejuta pertanyaan dan tugas. Zzzz, sekarang santai dulu ah. Yang penting udah libur! Ga ada lagi acara berbosan-bosan di kelas, hore!