“Words do not express thoughts very well. They always become a little different immediately after they are expressed, a little distorted, a little foolish.”

— Hermann Hesse

Terkadang saya mengalami dilema dalam menulis blog. Kalau dipikir-pikir, awalnya saya menulis karena ada begitu banyak hal di kepala saya yang tidak bisa saya ungkapkan secara lisan. Tidak ada maksud apa-apa selain mengosongkan pikiran. Toh saya juga sadar tulisan-tulisan saya tidak bisa dibilang berbobot, hehe.

Hanya saja, terkadang saya khawatir semua ini bisa memberikan kesan yang salah. Terkadang saya takut terkesan terlalu suka mengeluh, terlalu mencintai buku, terlalu tidak pedulian. Banyak yang bilang, kalau terus memusingkan pendapat orang lain tentang kita, kapan kita bisa hidup tenteram? Tapi tentu saja saya peduli akan pendapat orang lain, at least for this particular person and about this particular context.

Baiklah, mungkin dari tadi saya berbicara dalam teka-teki, hehe. Intinya adalah, saya selalu berusaha jujur dalam apapun yang saya tuliskan, karena itu adalah raison d'être of this blog. Tapi di sisi lain, saya juga tidak mau apa yang tertuliskan itu membuat pembacanya merasa tidak nyaman atau memiliki sangkaan yang salah mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Karena bukankah Rasulullah pernah bersabda, “berkatalah yang baik atau diam”?

Ah sudahlah, sepertinya dari tadi saya hanya meracau saja (even though I’m sure some of you know what it’s about :D). Mungkin sebaiknya mulai titik ini saya filter lagi secara lebih jauh mengenai apa yang boleh tampil di depan umum dan apa yang sebaiknya tersembunyi di catatan pribadi.