Here it comes at last. Huhu. It still feels like a dream, I wish someone would slap my face. Tadi pagi sempet senewen dikit, terus tidur lagi dan hilanglah perasaan itu. Sekarang rasanya seperti berangkatnya masih lama.

Belum ada perasaan sedih atau apa sehubungan dengan keharusan meninggalkan semua ini. Kecuali mungkin terhadap kamar saya. Rasanya sulit membayangkan harus berpisah dengan ruangan ini. Orang-orang rumah masih biasa-biasa aja. Ga ada suasana mengharu-biru, karena emang ga ada perasaan seperti itu sih, hehe. Jangan-jangan memang bener saya ga punya perasaan, hihi.

Kemarin ada acara kumpul keluarga besar melepas kepergian saya. Definitely not my idea of spending the last day in Jakarta. If it was up to me, I would rather go the mall and drink smoothies. Dan terbukti, sekarang badan saya terasa remuk dan mata saya bengkak akibat kecapean di acara kemarin. Bah.

Ada kisah. Jadi beberapa waktu yang lalu sepupu kecil saya minta buku. Saya kasih The Miraculous Journey of Edward Tulane. Rasanya beraaaaaat banget berpisah sama buku itu, terutama mungkin karena saya merasa buku itu untuk orang dewasa yang sudah lupa nilai-nilai penting kehidupan (dan karena saya pelit). Tapi berhubung sepupu kecil itu suka buku tersebut dan saya lagi berusaha mengurangi sifat medit saya, akhirnya saya relakan juga. Who knows, maybe by the time she grows up, she will realize just how good the story is. And yesterday, she came to me and gave me Detective Conan #59 sebagai kenang-kenangan. Isn't that sweet? Hehe, sesungguhnya saya merasa cerita misteri pembunuhan sudah cukup seram tanpa harus ditambah gambar mayat. Tapi berhasil saya tamatin kok pagi ini, hehe.

Yah ini mungkin akan menjadi post terakhir saya dari Jakarta untuk tahun ini. Sebenarnya ingin membuat postingan yang mengharukan, tapi sayang lagi ga mood, hehe. Mungkin nanti siang nulis lagi. But in case ga ada waktu lagi, saya ucapkan perpisahan di sini. Mohon doanya! Sampai jumpa di postingan berikutnya dari Malta!