Sunday, June 28, 2009

2 times a day!

~postingan ini adalah iklan!

Nemu tempat main baru, hehe.
Sebenarnya hari ini dimulai dengan kondisi fisik yang kurang sehat, tapi tetap memutuskan jalan-jalan daripada membusuk di rumah. Akhirnya setelah berpikir matang-matang, gw memutuskan untuk main-main ke Times Bookstore Karawaci.

Setahun yang lalu, gw diberi info oleh temen KP gw mengenai keberadaan toko buku baru di situ. Tertunda setahun, akhirnya hari ini dikunjungi juga. Berhubung gw buta daerah sana, dan meskipun udah nanya 3 orang mengenai rute termudah, tetep aja takut ilang. Lagipula, ngapain juga jalan-jalan sendirian mulu. Akhirnya ngajak Ratna.

Sambil nunggu Ratna, jalan-jalan dulu ke Pejaten Village, nengokin Gramedia yang kabarnya baru buka. Ternyata mirip sama Grameda GI, tapi jauh lebih kecil. Setelah Gramed, mampir ke Times sebentar. Ternyata buku-buku 20 ribuan yang gw beli secara impulsif Jumat kemarin hari ini sudah jadi 50 ribu. Beruntunglah gw udah sempet beli.

Dari Times Pejaten Village, beranjak ke rumah Ratna lalu ke Times Karawaci. Dan ternyata tempatnya sangatlah menarik sodara-sodara. Ga kaya Times Pejaten Village yang miskin itu (cuma sepetak), Times yang ini luas dan sangat nyaman.


Di atas rak-rak buku, ada kutipan-kutipan dari para penulis.


Buku-bukunya lumayan lengkap. Ada seri Sandman-nya Neil Gaiman, waw. Terry Pratchett juga banyak! Sayang ga nemu Good Omens. Nemu The Kite Runner illustrated edition juga.


Bisa baca sambil duduk-duduk juga. Ga kaya kebanyakan toko buku lainnya, kayanya di sini numpang baca itu biasa. Malah dilengkapi segala fasilitas yang bikin tambah betah numpang baca. Baca sambil tiduran di dalem botol asik loh.
Semua ini seharusnya bisa jadi surga belanja, tapi sayang gw sedang miskin semiskin-miskinnya. Bahkan meskipun dapet diskon member, diskon new member, dan diskon ultah Times, gw tetep ga berani membelanjakan uang! Jadilah pulang dengan tangan kosong tapi bukan harapan kosong. Hoho. Asik banget pokoknya, gw akan sangat senang main-main ke situ lagi. Suasananya adem dan tertib. Kaya di luar negeri (norak).

Dari Karawaci, mampir ke MTA buat solat dan makan. Nyari parkirnya aja lebih dari setengah jam. Bleh, Jakarta! Cape, tapi senang sekali nemu tempat seindah Times Bookstore (berlebihan). Jadi hari ini mengunjungi 2 Times sekaligus, lain kali triple kill deh sama yang di Kemang.

Monday, June 22, 2009

i really love this movie

Every movie we see, every story we're told, implores us to wait for it.
The third act twist: the unexpected declaration of love.
The exception to the rule.
But sometimes we're so focused on finding our happy ending.. we don't learn how to read the signs.
How to tell the ones who wants us from the ones who don't.
The ones who will stay and the ones who will leave.

And maybe this happy ending doesn't include a wonderful guy.
Maybe it's you, on your own, picking up the pieces and starting over.
Freeing yourself up for something better in the future.
Maybe the happy ending is just, moving on.
- He's Just Not That Into You

Friday, June 19, 2009

dan semoga semua berakhir bahagia

dalam banyak hal, TA mengingatkan gw akan KP.
mulai dari ditelantarkan pembimbing/supervisor,
semangat di awal, ngerasa udah selesai di tengah, nemu kesalahan fatal di akhir,
ngerasa kerjaan ga maksimal karena ga ada feedback,
lebih menikmati membuat laporan daripada ngodingnya,
bahkan mungkin slide + baju sidang TA nanti repost yang pas sidang KP.

ah, sungguh khawatir.
khawatir khawatir khawatir.
meskipun sudah berada pada titik aman yang-penting-lulus-TA, tetep aja ga rela kalo dapet nilai jelek.
dan gw bener2 ga dapat memutuskan apakah kerjaan gw sudah bisa dibilang pantas atau justru sama sekali belum.

bagaimanapun, cuma bisa menunggu sekarang. dan berharap, sama seperti KP, yang ini pun bisa berakhir bahagia.

Thursday, June 18, 2009

the miraculous railroad traffic management system

ah.
ternyata dulu itu saya melakukan eksperimen dengan file yang salah.
pantes jalannya cuma 2 detik.
kenapa gw ga curiga?
karena gw orangnya emang ga curigaan, huhu.
sial.
yang sekarang, udah hampir sejam ga kelar2...

Tuesday, June 16, 2009

so you think i'm broken?

fix me,
cause i'm no quitter.

Monday, June 15, 2009

a quiet day

Hari ini lumayan menyembuhkan. Bukan hari yang terlalu membahagiakan, tapi setidaknya gw sudah lewat dari masa kegilaan beberapa waktu terakhir. Meskipun bukan berarti ga akan terulang lagi tentu saja.

Hari yang menyembuhkan ini dimulai jam setengah 4, manasin ikan buat sahur, ngenet bentar, lalu bersih-bersih rumah. Meretelin kulkas kecil dan kulkas besar buat dibersihin. Bongkarnya sih gampang, masangnya lagi susah. Bersihin kamar mandi. Ah, sindrom lagi gundah: jadi rajin kerja.

Acara bersih-bersih baru selesai jam 9. Abis itu ke Pejaten Village ngambil membership card Times sekalian belanja. Rupanya besok Gramedia buka. Sampe rumah kecapean, tapi ga bisa tidur gara-gara kopi waktu sahur. Terlalu sensitif dengan kafein nih gw, seharian deg-degan, gemeteran, susah tidur.

Akhirnya ngabuburit dengan nonton ulang Prince Caspian. Ah, gw suka sekali film ini. Kalo ga salah film pertama yang ditonton bareng si hobbit. Edmund Pevensie pake baju besi sungguh oke. Ah tapi gw sudah pernah membahas film ini (terutama bagian Edmund pake baju besi) setahun lalu.

Dan tanpa terasa, adzan maghrib akhirnya berkumandang. Makan dikit pake sereal. Satu keuntungan tambahan tentang puasa: nafsu makan berkurang drastis. Ngaji bentar, lalu namatin Narnia, dan akhirnya sampai pada state mengupdate blog.

Alhamdulillah, hari ini jauh lebih baik daripada tiga hari kemarin. Sepi memang, tapi damai. Ga kaya biasanya. Besok puasa lagi ah. Semoga lebih menyembuhkan dari hari ini.

Sunday, June 07, 2009

this is why we love windu tampan...




... NOT!

semoga orangnya ga tersinggung (kalo2 baca)

beli ah besok

Perhaps, after all, romance did not come into one’s life with pomp and blare, like a gay knight riding down; perhaps it crept to one’s side like an old friend through quiet ways; perhaps it revealed itself in seeming prose, until some sudden shaft of illumination flung athwart its pages betrayed the rhythm and the music; perhaps . . . perhaps . . . love unfolded naturally out of a beautiful friendship, as a golden-hearted rose slipping from its green sheath.

- L. M. Montgomery (Anne of Avonlea)