"Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,
dari kejahatan makhluk-Nya,
dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita..."
They say, you never know what you've got till it's gone. Damn right. We took certain things for granted, ga tau betapa berharga sebenarnya semua itu buat kita.
Perlindungan. Rasa aman. Buat bisa berhadapan dengan orang asing tanpa prasangka, buat bisa berada sendirian tanpa rasa takut, tidur tanpa takut mimpi buruk atau memikirkan apa yang bisa terjadi selama kita tidur.
I'm scared now, every inch of me. Every fiber of my body. All my life i have never had a fear as big before. And with every second, it gets bigger.
Mungkin ini cara Allah buat ngingetin gw. Buat bikin gw sadar, bahwa Dia telah memberi begitu banyak hal buat disyukuri dan dijaga. Dan yang paling gw inginkan sekarang, rasa aman, itu juga cuma bisa gw minta dari Allah.
Tuesday, April 14, 2009
Saturday, April 11, 2009
first time beli di Times
Hari ini sungguh membosankan. Suntuk. Ga ada temen. Tadi pagi gw menamatkan Anne of Green Gables dan Titipan Kilat Penyihir. Jadi akhirnya gw memutuskan untuk keluar rumah dan membawa uang lumayan banyak. Yah, dan berakhir di Pejaten Village.
Tadinya sih ga niat mampir ke Times, tapi ternyata mampir juga. Lagi suka baca buku klasik, dan ternyata di sana banyak yang lumayan murah. Beli The Secret Garden deh.
Pulang dari Pejaten Village, mampir ke kampus. Males di rumah, tapi kampus juga sepi. Sepi, sepi. Sepinya hidup. Belom kepengen baca. Belom kepengen pulang.
Eh, Gravity-nya Sara Bareilles oke juga.
set me free, leave me be
i don't wanna fall another moment into your gravity
huhuh, baca paper Teori Informasi aja ah, daripada susah hati.
Tadinya sih ga niat mampir ke Times, tapi ternyata mampir juga. Lagi suka baca buku klasik, dan ternyata di sana banyak yang lumayan murah. Beli The Secret Garden deh.
Pulang dari Pejaten Village, mampir ke kampus. Males di rumah, tapi kampus juga sepi. Sepi, sepi. Sepinya hidup. Belom kepengen baca. Belom kepengen pulang.
Eh, Gravity-nya Sara Bareilles oke juga.
set me free, leave me be
i don't wanna fall another moment into your gravity
huhuh, baca paper Teori Informasi aja ah, daripada susah hati.
Anne of Green Gables

Judul: Anne of Green Gables
Penulis: Lucy M. Montgomery
Penerjemah: Maria M. Lubis
Penerbit: Qanita
Blame Windu Tampan for the cover, hehe.
Matthew dan Marilla Cuthbert adalah dua bersaudara yang tinggal di Green Gables, Avonlea. Suatu hari mereka memutuskan untuk mengadopsi seorang anak laki-laki yang berusia sekitar sepuluh atau sebelas tahun. Akan tetapi, yang dijumpai Matthew di stasiun kereta bukanlah anak laki-laki, melainkan seorang anak perempuan berwajah pucat dan berambut merah terang, Anne.
Karena tidak tega, Matthew dan Marilla memutuskan untuk tetap merawat Anne. Anne sendiri adalah gadis yang penuh dengan imajinasi. Ia menamai tempat-tempat di sekitar Green Gables dengan nama-nama yang diciptakannya sendiri. Sering kali, karena imajinasinya melambung terlalu jauh, Anne jadi terlibat masalah.
Buku ini berkisah tentang kehidupan Anne di Green Gables selama lima tahun. Saya benar-benar suka ceritanya. Membaca buku ini, saya jadi bisa melihat betapa indahnya dunia di mata Anne, bahkan untuk hal-hal yang sederhana sekalipun. Sungguh direkomendasikan! Yah, kekurangan utama versi terjemahan buku ini adalah cover-nya. Aneh gitu. Tapi, don't judge the book by its cover!
Subscribe to:
Posts (Atom)
