waiting for your call i'm sick
call i'm angry, call i'm desperate for your voice
listening to the song we used to sing
in the car, do you remember
butterfly, early summer
is playing on repeat, just like when we would meet
like when we would meet
I think,
Secondhand Serenade's Your Call is awesome,
the final project is boring,
being S. Kom is no longer interesting,
the amount of cortisol in my body is just too much,
while serotonin and norepinephrine only becomes less,
a thinner body would be better,
we are allowed to do stupid things sometimes, but not all the time,
maybe we've been here too long,
love is overrated,
friendship is fragile,
.
.
.
keeping faith in God,
is just so damn hard.
Archive for March 2009
Ah, baru tau ada benda-benda menarik di perpus pusat. Buku, tentu saja. Jadi selama ini kan gw hanya berkeliaran di lantai 2. Lalu tadi pagi iseng-iseng nyari buku Klasifikasi Desimal Dewey, yang menuntun gw ke lantai 3.
Berkeliling sebentar, ternyata ada koleksi Pride and Prejudice, Love in the Time of Cholera, Wuthering Heights, dan teman-temannya. Waw, asik. Sayangnya buku yang di lantai 3 ga boleh dibawa keluar. Menyebalkan. Menyebalkan. Pengen punya juga. Waktu itu nemu Jane Eyre dengan harga murah, siapa tau teman-temannya juga murah.
Hari ini hari libur, dan seharusnya masih termasuk dalam rangkaian hari-hari bebas-TA gw. Bagaimanapun, sulit juga melepaskan pikiran dari TA tanpa menimbulkan rasa bersalah. Singkatnya, hari ini dimulai dengan menonton Stardust subuh-subuh. Ada tiga film yang gw tonton hari ini: Stardust, Inkheart, dan Pride and Prejudice. Kata kuncinya? Film yang diangkat dari buku, tentu saja. Bahas satu-satu deh.
1. Stardust
Ini mungkin yang kelima atau enam kalinya gw nonton film ini. Hobi, memang. Sebenarnya ceritanya beda jauh sama bukunya, tapi tetap bagus. Buku bagus, film bagus.
2. Inkheart
Gw ga terlalu suka bukunya, sepertinya pernah gw sebut-sebut di postingan terdahulu. Filmnya pun sama mengecewakannya dengan bukunya. Eh, lebih mengecewakan deh. Agak norak.
3. Pride and Prejudice
Kalau yang ini, gw belum pernah baca bukunya, meskipun hari ini adalah keempat kalinya gw nonton film ini. Kenapa begitu hobi? Ceritanya bagus sih, meskipun gw ilfil sama Keira Knightley sejak dia main di Atonement.
Yah, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, sulit melepaskan diri dari TA. Hari ini gw pun menyerah pada rasa bersalah. Setelah nonton Stardust, akhirnya gw mengutak-atik kodingan sedikit, hanya untuk menemukan lebih banyak bug. Huh. Rencana hari santai bebas-TA gagal.
Setelah kodingan ditinggal dan ketiga film selesai ditonton, hari masih terasa panjang. AKhirnya jalan-jalan di Pejaten Village, yang berakhir dengan acara belanja makanan sehat. Ngomng-ngomong, barusan salah satu anak kos, yang sekaligus merupakan pacarnya Abang, berpamitan. Gw dikasih hadiah perpisahan. isinya jilbab pink. Hm, menarik. sepanjang sejarah gw memakai jilbab, belum pernah sekalipun gw memakai jilbab pink. Pake ah kapan-kapan.
Dan acara pemberian jilbab itu tampaknya mengakhiri interaksi gw dengan orang-orang hari ini.
Hm, beberapa penilaian (skala 1-5) dan komentar singkat dan kurang diniatkan mengenai buku yang dibaca belakangan ini. Ga banyak sih. Waktu gw abis buat ngapain aja ya? Hmm.
1. Christopher Paolini - Brisingr
Nilai: 3
Komentar:
Sebenarnya ga ngarep terlalu banyak dari buku ini, berhubung banyak yang bilang jelek. Tapi setelah akhirnya dibaca, gw katakan bahwa buku ini lumayan bagus. Tapi standar, wokwokwok. Tipikal kisah fantasi. Terjemahan bagus, tapi banyak typo.
2. Marjane Satrapi - Bordir
Nilai: 3
Komentar:
Pas awal-awal dibaca sih lucu. Tapi sebagaimana biasanya, gw cepet bosen sama cerita lucu. Jadilah cuma dikasih nilai 3. Kesimpulannya, novel grafis oke juga.
3. Marjane Satrapi - Chicken with Plums
Nilai: 2
Komentar:
Setelah baca Bordir, gw jadi bosen dengan Marjane Satrapi. Yang ini sungguh ga enjoyable. Ga suka.
4. Trenton Lee Stewart - Persekutuan Misterius Benedict
Nilai: 4
Komentar:
Hm, ini buku yang ditunggu-tunggu, akhirnya ada juga terjemahannya. Bab-bab awal sungguh mengagumkan, tapi makin ke tengah makin gaib. Secara keseluruhan sih oke. Terjemahan jelek parah. Yah, bisa ditebak sih dari penerbitnya. Nama penulis di cover-nya aja typo.
Bukan bukunya yang sakti, tapi perburuannya. Jadi tanggal 27 Februari kemaren, Brisingr edisi terjemahan terbit. Siangnya langsunglah ke Gramed Depok.
Dan tebak sodara-sodara, ternyata belom ada!
Kesel sih, tapi dimaafin deh.
Hari ini saya nyari lagi ke sana.
Dan tebak, ternyata masih belom ada!!
Kesel luar biasa. Sempet kepikiran mau nyari ke TM, tapi begonya ga gw lakukan. Ya, sungguh bego. Nyeseeeeeel!!!Tapi baiknya alurnya jangan dilompat. Pas mau pulang dari Depok, saya mikir-mikir, mau ngapain juga di rumah ga ada buku. Akhirnya terpaksalah gw ke mol terkutuk yang sangat membosankan: PIM. Abis mau ke mana lagi, Gramed paling deket setelah Depok cuma di situ.
Jadilah ke PIM, terbelilah si Brisingr di Gramedia dengan harga 99ribu rupiah. Setelah itu ke Hero, beli Soyjoy rasa hawthorn berry, sekardus Koko Kruch ukuran sedang, dan sekotak Buavita. Abis itu pulang.
Nyari-nyari mobil di parkiran, tapi kok ga ketemu. Sampe gila gw muter-muterin basement. Dan mungkin ada baiknya diingat bahwa yang namanya basement itu panas gila. Huh, masih juga mobilnya ga ketemu. Akhirnya nyamperin mas-mas penjaga parkiran.
Saya: (malu-malu) Mas, saya lupa nih tadi parkir di mana...
Penjaga parkiran: Wah, tapi parkirnya bener di sini, Mbak?
Saya: Iya kok Mas, tadi parkir di B... (kata-kata terputus) Oh ya ampun!! Ini masih B1 ya? Aduh, sori Mas.
Bagus bener, gw nyari-nyari mobil di basement yang salah.
Yah, sekeluarnya dari basement terkutuk itu, dapet info bahwa Brisingr di TM cuma 84 ribu. Bayangin, 84 ribu!!! Sungguh buang-buang duit, bensin, tenaga, serotonin, dan waktu!!!!
Karena kesel, sepanjang jalan pulang gw pun kalap menghabiskan semua makanan yang dibeli di Hero. Setir jadi lengket kena coklatnya Koko Krunch.
Ah ya, seakan-akan kerugian ini belum cukup, sekarang gw pun berpotensi gemuk.
Huh, this book better be good.
Anyway, in case ada yang mau mengobati kekecewaan gw (ngarep), gw lagi pengen buku berikut:
- komik Tintin yang mana aja kecuali Rackham Merah
- Pippi si kaus panjang
- Toto chan versi hardcover
- Kira-kira: Cynthia Kadohata
- Surat untuk Raja: Tonke Dragt