Archive for January 2009

lalala

gw males ngapa-ngapain. males baca-baca buat TA. bangun pagi rasanya ga enak banget. argh, kadar serotonin rendah.

anak kecil adalah makhluk yang membingungkan. waktu skatingan kemarin, gw dibuat jatuh oleh seorang anak laki-laki kecil yang kemudian menertawakan gw. lalu datanglah seorang anak kecil lain, kali ini perempuan, yang mengulurkan tangannya membantu gw berdiri. hm, menarik. gw jadi bertanya-tanya, apakah anak kecil memang lebih baik hati daripada orang dewasa, mengingat mereka belum banyak dikotori masalah-masalah dunia. tapi kemudian setelah gw pikir-pikir lagi, waktu kecil pun gw ga pernah mengulurkan tangan membantu orang yang ga dikenal. hm, gw rasa dari dulu gw emang ga baik hati.

kemarin ada satu lagi teman SMA yang nikah.

huhuh, apa sih ini. isinya ga nyambung semua

Romance of The Three Kingdoms, seri Sally Lockhart-nya Philip Pullman, komik Tintin, Brisingr yang akan datang, The No. 1 Ladies' Detective Agency, belum lagi yang ada di wish list...

gw butuh duit, yang banyak.
huhu.

mari berkomentar

Sedikit komentar tentang buku-buku yang gw baca belakangan ini:

1. Jack Si Pelompat – Philip Pullman

Waktu ngeliat gw beli buku ini, Abang sempet protes, “Kok belinya buku anak-anak…” Hm, mau gimana, kisah terbaik ada dalam buku anak-anak, dan Philip Pullman adalah salah satu penulis favorit gw. Ceritanya tentang tiga orang anak yang kabur dari panti asuhan, lalu dikejar-kejar sama orang-orang jahat yang menginginkan warisan mereka, dan untungnya muncullah Jack Si Pelompat yang menolong mereka.

Beneran deh, buku ini sangat lucu dan menghibur, juga murah.

2. Cecilia dan Malaikat Ariel – Jostein Gaarder

Hm, komentar pertama: terjemahannya jelek. Dari judulnya juga udah keliatan. Dari Through A Glass, Darkly diubah jadi Cecilia dan Malaikat Ariel: Kisah Indah Dialog Surga dan Bumi. Kenapa sih harus ada subjudul norak kisah indah dst itu? Tanpa subjudul sih masih bisa dibilang baik-baik aja. Itu baru cover-nya. Di dalemnya juga banyak percakapan dengan bahasa yang sungguh ga oke.

Ceritanya sendiri sih lumayan, tentang gadis bernama Cecilia yang dikunjungi Malaikat Ariel. Mereka pun kemudian berdialog tentang surga dan bumi (hm, sebenernya judul versi terjemahannya sudah cukup menjelaskan isinya). Buku Jostein Gaarder yang ini lumayan ringan sih, ga kaya Maya yang bikin pusing itu.

3. Dongeng Ketiga Belas - Diane Setterfield

Di luar dugaan, buku ini lumayan bagus juga. Suatu hari Margaret Lea, seorang penulis biografi, menerima surat dari novelis terkenal Vida Winter. Selanjutnya, Vida bercerita tentang masa lalunya kepada Margaret, tentang keluarga Angelfield, tentang Charlie dan Isabelle, serta dua gadis kembar Adeline dan Emmeline.

Hm, ceritanya sih bagus, ga mudah ditebak. Tapi sebagaimana tokoh wanita lainnya, Margaret Lea itu cukup menyebalkan. Beneran deh, paling males kalo pas diceritain dari sudut pandang si Margaret.

4. Petualangan Tintin: Harta Karun Rackham Merah – Herge

Ini komik Tintin pertama yang gw baca sejak berlalunya masa kanak-kanak. Lebih kecil dari edisi yang dulu. Yah, lumayanlah. Jadi pengen ngoleksi Tintin.

5. Jonathan Strange & Mr. Norrell – Susanna Clarke

Yah, banyak banget yang bilang buku ini bagus, makanya gw ga mikir dua kali waktu beli. Nyatanya gw cuma bertahan sampe halaman 140. Dari 1006 halaman, wokwokwok. Entahlah, kok rasanya agak membosankan. Selain itu, ini buku dengan font paling kecil yang pernah gw bca. Beneran, sungguh siksaan bagi pupil. Udah gitu, footnote-nya panjang-panjang bener, kadang-kadang malah sampe satu halaman hampir seluruh isinya footnote doang. Dan tentu saja, font footnote itu lebih kecil lagi.

Masih tertarik dengan buku ini sih, tapi nunggu terjemahannya aja deh. Mudah-mudahan font-nya lebih bersahabat.

apalah

Baru beberapa hari di tahun 2009 dan gw udah kebanyakan mikir. Ngomong-ngomong, tadi malem gw baru baca dokumentasi dari sesuatu yang telah gw konsumsi beberapa minggu belakangan dan masih wajib untuk beberapa bulan ke depan. Ini sebagian dari Undesirable Effects yang mungkin sedang terjadi: depressive moods, change in body weight, nausea, breast pain. Yeah, just blame those pills.

Ah, semoga tahun ini ga begitu didominasi dokter seperti tahun kemarin. Dokter penyakit dalam, dokter gigi, dokter kulit, dokter kandungan. Dokter House, dokter Wilson, dokter Cuddy, dokter Foreman. Saya kecewa sama Cameran dan Chase ah. Anyway, barusan nonton salah satu episod season 3. Yah, saya emang rada telat dibanding orang-orang lainnya yang terobsesi House. Suka kata-katanya Cuddy:
So many people. So much energy and drama just trying to find someone who's almost never the right person anyway.
Huhuh.

Hm, meskipun dulu bilangnya ga mau bikin resolusi, tetep aja ada target yang harus dicapai di tahun ini. Oh tidak, bukan hal-hal membosankan seperti lulus dari sini dan membebaskan diri dari belenggu komputer dan sebagainya, meskipun tentu saja itu terdengar menarik. Intinya... Tahun ini gw berencana:
1. Baca lebih banyak buku. Tahun lalu yang kedaftar cuma 50, itu juga ga semuanya tamat. Lagian buku membantu gw menjaga kewarasan.
2. Beli lebih banyak buku dan mendata semua pengeluaran yang terjadi. Tahun lalu ini cuma terjadi di bulan Januari.
3. Nagih buku-buku yang lagi dipinjem orang.
4. Beresin rak buku dan entah bagaimana caranya, mencoba menemukan tempat untuk buku-buku terbaru.
5. Nyampul buku-buku yang belom disampul.
Yah, sayangnya hampir semuanya butuh duit.

Oh iya, robotik gw kan belum selesai ya. Hmmm, tinggal omong kosong dikit sih. Omong kosong yang banyak udah dilakukan dari kemarin-kemarin soalnya. Yah, ga kaya laporan yang sebelumnya, yang ini bebas kebohongan. Yang mungkin justru menjadikannya kurang bermutu. Sial.

Ah, asik juga nulis panjang-panjang gini. Meskipun ga yakin ada yang baca. Hahah. Minat baca tulis gw berkurang sejak sekitar pertengahan tahun lalu. Sejak dimulainya bencana terlalu banyak androgen yang efeknya sungguh meresahkan.