Sunday, January 11, 2009

mari berkomentar

Sedikit komentar tentang buku-buku yang gw baca belakangan ini:

1. Jack Si Pelompat – Philip Pullman

Waktu ngeliat gw beli buku ini, Abang sempet protes, “Kok belinya buku anak-anak…” Hm, mau gimana, kisah terbaik ada dalam buku anak-anak, dan Philip Pullman adalah salah satu penulis favorit gw. Ceritanya tentang tiga orang anak yang kabur dari panti asuhan, lalu dikejar-kejar sama orang-orang jahat yang menginginkan warisan mereka, dan untungnya muncullah Jack Si Pelompat yang menolong mereka.

Beneran deh, buku ini sangat lucu dan menghibur, juga murah.

2. Cecilia dan Malaikat Ariel – Jostein Gaarder

Hm, komentar pertama: terjemahannya jelek. Dari judulnya juga udah keliatan. Dari Through A Glass, Darkly diubah jadi Cecilia dan Malaikat Ariel: Kisah Indah Dialog Surga dan Bumi. Kenapa sih harus ada subjudul norak kisah indah dst itu? Tanpa subjudul sih masih bisa dibilang baik-baik aja. Itu baru cover-nya. Di dalemnya juga banyak percakapan dengan bahasa yang sungguh ga oke.

Ceritanya sendiri sih lumayan, tentang gadis bernama Cecilia yang dikunjungi Malaikat Ariel. Mereka pun kemudian berdialog tentang surga dan bumi (hm, sebenernya judul versi terjemahannya sudah cukup menjelaskan isinya). Buku Jostein Gaarder yang ini lumayan ringan sih, ga kaya Maya yang bikin pusing itu.

3. Dongeng Ketiga Belas - Diane Setterfield

Di luar dugaan, buku ini lumayan bagus juga. Suatu hari Margaret Lea, seorang penulis biografi, menerima surat dari novelis terkenal Vida Winter. Selanjutnya, Vida bercerita tentang masa lalunya kepada Margaret, tentang keluarga Angelfield, tentang Charlie dan Isabelle, serta dua gadis kembar Adeline dan Emmeline.

Hm, ceritanya sih bagus, ga mudah ditebak. Tapi sebagaimana tokoh wanita lainnya, Margaret Lea itu cukup menyebalkan. Beneran deh, paling males kalo pas diceritain dari sudut pandang si Margaret.

4. Petualangan Tintin: Harta Karun Rackham Merah – Herge

Ini komik Tintin pertama yang gw baca sejak berlalunya masa kanak-kanak. Lebih kecil dari edisi yang dulu. Yah, lumayanlah. Jadi pengen ngoleksi Tintin.

5. Jonathan Strange & Mr. Norrell – Susanna Clarke

Yah, banyak banget yang bilang buku ini bagus, makanya gw ga mikir dua kali waktu beli. Nyatanya gw cuma bertahan sampe halaman 140. Dari 1006 halaman, wokwokwok. Entahlah, kok rasanya agak membosankan. Selain itu, ini buku dengan font paling kecil yang pernah gw bca. Beneran, sungguh siksaan bagi pupil. Udah gitu, footnote-nya panjang-panjang bener, kadang-kadang malah sampe satu halaman hampir seluruh isinya footnote doang. Dan tentu saja, font footnote itu lebih kecil lagi.

Masih tertarik dengan buku ini sih, tapi nunggu terjemahannya aja deh. Mudah-mudahan font-nya lebih bersahabat.

1 komentar:

demoffy said...

kasihan aku...
tak satupun aku pernah membaca buku datas...